Rabu, 20 September 2017

Rosoning roso sejati

Rosoning roso sejati.
Banyak orang yang bertanya, mengapa dalam mempelajari Agama mesti harus mengenal Rasa ? Memang kalau hanya sampai pada tingkat Syariat, bab rasa tidak pernah dibicarakan atau disinggung. Tetapi pada tingkat Tarekat keatas bab rasa ini mulai disinggung. Karena bila belajar ilmu Agama itu berarti mulai mengenal siapa Sang Percipta itu.
Karena ALLAH maha GHOIB maka dalam mengenal hal GHOIB kita wajib mengaji rasa.
Jadi jelas berbeda dengan tingkat syariat yang memang mengaji telinga dan mulut saja.Dan mereka hanya yakin akan hasil kerja panca inderanya.Bukan Batin!
Bab rasa dapat dibagi dalam beberapa golongan .Yaitu : RASA TUNGGAL, SEJATINYA RASA, RASA SEJATI, RASA TUNGGAL JATI.
Mengaji Rasa sangat diperlukan dalam mengenal GHOIB.Karena hanya dengan mengaji rasa yang dimiliki oleh batin itulah maka kita akan mengenal dalam arti yang sebenarnya,apa itu GHOIB.
1. RASA TUNGGAL
Yang empunya Rasa Tunggal ini ialah jasad/jasmani. Yaitu rasa lelah, lemah dan capai. Kalau Rasa lapar dan haus itu bukan milik jasmani melainkan milik nafsu.
Mengapa jasmani memiliki rasa Tunggal ini. Karena sesungguhnya dalam jasmani/jasad ada penguasanya/penunggunya. Orang tentu mengenal nama QODHAM atau ALIF LAM ALIF. Itulah sebabnya maka didalam AL QUR’AN, ALLAH memerintahkan agar kita mau merawat jasad/jasmani. Kalau perlu, kita harus menanyakan kepada orang yang ahli/mengerti. Selain merawatnya agar tidak terkena penyakit jasmani, kita pun harus merawatnya agar tidak menjadi korban karena ulah hawa nafsu maka jasad kedinginan, kepanasan ataupun masuk angin.
Bila soal-soal ini kita perhatikan dengan sungguh-sungguh, niscaya jasad kita juga tahu terima kasih. Kalau dia kita perlakukan dengan baik, maka kebaikan kita pun akan dibalas dengan kebaikan pula. Karena sesungguhnya jasad itu pakaian sementara untuk hidup  sementara dialam fana ini. Kalau selama hidup jasad kita rawat dengan sungguh-sungguh (kita bersihkan 2 x sehari/mandi, sebelum puasa keramas, sebelum sholat berwudhu dulu, dan tidak menjadi korban hawa nafsu, serta kita lindungi dari pengaruh alam), maka dikala hendak mati jasad yang sudah suci itu pasti akan mau diajak bersama-sama kembali keasal, untuk kembali ke sang pencipta. Seperti halnya kita bersama-sama pada waktu dating/lahir kealam fana ini. Mati yang demikian dinamakan mati Tilem (tidur) atau mati sempurna. Pandangan yang kita lakukan malah sebaliknya. Mati dengan meninggalkan jasad. Kalau jasad sampai dikubur, maka QODHAM atau ALIF LAM ALIF, akan mengalami siksa kubur. Dan kelak dihari kiamat akan dibangkitkan.
Dalam mencari nafkah baik lahir maupun batin, jangan mengabaikan jasad. Jangan melupakan waktu istirahat. Sebab itu ALLAH ciptakan waktu 24 jam (8 jam untuk mencari nafkah, 8 jam untuk beribadah, dan 8 jam untuk beristirahat). Juga dalam hal berpuasa, jangan sampai mengabaikan jasad. Sebab itu ALLAH tidak suka yang berlebih-lebihan. Karena yang suka berlebih-lebihan itu adalah Dzad (angan-angan). Karena dzad mempunyai sifat selalu tidak merasa puas.
2. SEJATINYA RASA
Apapun yang datangnya dari luar tubuh dan menimbulkan adanya rasa, maka rasa itu dinamakan sejatinya rasa. Jadi sejatinya rasa adalah milik panca indera:
MATA : Senang karena mata dapat melihat sesuatu yang indah atau tidak senang bila mata melihat hal-hal yang tidak pada tenpatnya.
TELINGA : Senang karena mendengar suara yang merdu atau tidak senang mendengar isu atau fitnahan orang.
HIDUNG : Senang mencium bebauan wangi/harum atau tidak senang mencium  bebauan yang busuk.
KULIT : Senang kalau bersinggungan dengan orang yang disayang atau tidak senang  bersunggungan dengan orang yang nerpenyakitan.
LIDAH : Senang makan atau minum yang enak-enak atau tidak senang memakan makanan yang busuk.
3. RASA SEJATI
Rasa sejati akan timbul bila terdapat rangsangan dari luar, dan dari tubuh kita akan mengeluarkan sesuatu. Pada waktu keluarnya sesuatu dari tubuh kita itu, maka timbul Rasa Sejati. Untuk jelasnya lagi Rasa Sejati timbul pada waktu klimaks/pada waktu melakukan hubungan seksual.
4. RASA TUNGGAL JATI

Rasa Tunggal Jati sering diperoleh oleh mereka yang sudah dapat melakukan Meraga Sukma (keluar dari jasad) dan Solat Dha’im.
Beda antara Meraga Sukma dan Sholat Dha’im ialah :
Kalau Meraga Sukma jasad masih ada.batin keluar dan dapat pergi kemana saja.
Kalau Sholat Dha’im jasad dan batin kembali keujud Nur dan lalu dapat pergi kemana  saja yang dikehendaki. Juga dapat kembali / bepergian ke ALAM LAUHUL MAKHFUZ.
Bila kita Meraga Sukma maupun sholat Dha’im, mula pertama dari ujung kaki akan terasa seperti ada “aliran“ yang menuju ke atas / kekepala. Pada Meraga sukma, bila “aliran“ itu setibanya didada akan menimbulkan rasa ragu-ragu/khawatir atau was-was. Bila kita ikhlas, maka kejadian selanjutnya kita dapat keluar dari jasad, dan yang keluar itu ternyata masih memiliki jasad. Memang sesungguhnyalah, bahwa setiap manusia itu memiliki 3 buah wadah lagi, selain jasad/jasmani yang tampak oleh mata lahir ini. Pada bagian lain bab ini akan kita kupas.Kalau sholat Dha’im bertepatan dengan adanya “Aliran“ dari arah ujung kaki, maka dengan cepat bagian tubuh kita akan “Menghilang“ dan kita akan berubah menjadi seberkas Nur sebesar biji ketumbar dibelah 7 bagian. Bercahaya bagai sebutir berlian yang berkilauan. Nah, rasa keluar dari jasad atau rasa berubah menjadi setitik Nur. Nur inilah yang disebut sebagai Rasa Tunggal Jati. Selain itu, baik dalam Meraga Sukma maupun Sholat Dha’im. Bila hendak bepergian kemana-mana kita tinggal meniatkan saja maka sudah sampai. Rasa ini juga dapat disebut Rasa Tunggal Jati. Sebab dalam bepergian itu kita sudah tidak merasakan haus, lapar, kehausan, kedinginan dan lain sebagainya. Bagi mereka yang berkeinginan untuk dapat melakukan Meraga Sukma dianjurkan untuk sering Tirakat/Kannat puasa. Jadikanlah puasa itu sebagai suatu kegemaran. Dan yang penting juga jangan dilupakan melakukan Dzikir gabungan NAFI-ISBAT dan QOLBU. Dalam sehari-hari sudah pada tahapan lillahi ta’ala.
Hal ini berlaku baik mereka yang menghendaki untuk dapat melakukan SHOLAT DHA’IM. Kalau Meraga Sukma mempergunakan Nur ALLAH, tapi bila SHOLAT DHA’IM sudah mempergunakan Nur ILLAHI. Karena ada Rasa Sejati, maka Rasa merupakan asal usul segala sesuatu yang ada. Oleh sebab itu bila hendak mendalami ilmu MA’RIFAT Islam dianjurkan untuk selalu bertindak berdasarkan rasa. Artinya jangan membenci, jangan menaruh dendam, jangan iri, jangan sirik, jangan bertindak sembrono, jangan bertindak kasar terhadap sesame manusia, dll. Sebab dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa, kita ini semua sama , karena masing-masing memiliki rasa. Rasa merupakan lingkaran penghubung antara etika pergaulan antar manusia, juga sebagai lingkaran penghubung pergaulan umat dengan Penciptanya. Rasa Tunggal jati ini mempunyai arti dan makna yang luas. Karena bagai hidup itu sendiri. Apapun yang hidup mempunyai arti. Dan apapun yang mempunyai arti itu hidup. Sama halnya apapun yang hidup mempunyai Rasa. Dan apapun yang mempunyai Rasa itu Hidup.
Dengan penjelasan ini, maka dapat diambil kesimpilan bahwa yang mendiami Rasa itu adalah Hidup. Dan Hidup itu sendiri ialah Sang Pencipta/ALLAH. Padahal kita semua ini umat yang hidup. Jadi sama ada Penciptanya. Oleh sebab itu, umat manusia harus saling menghormati, tidak saling merugikan, bahkan harus saling tolong menolang dll.
Dan hal ini sesuai dalam firman ALLAH : “HAI MANUSIA! MASUKLAH KALIAN DALAM PERDAMAIAN, JANGAN BERPECAH BELAH MENGIKUTI LANGKAH SYAITAN, SESUNGGUHNYA SYAITAN ITU MUSUHMU YANG NYATA”

Minggu, 15 Januari 2017

Pertanyaan mustahil dari pendeta yang mampu di jawab Sayyidina Ali RA

Dalam kitab Qishashul Anbiya mulai dari halaman 566 meriwayatkan kisah sebagai berikut:

"Jelaskan kepada kami tentang induk kunci (gembok) mengancing langit, apakah itu?" Tanya pendeta-pendeta itu, memulai pertanyaan-pertanyaannya. "Terangkan kepada kami tentang adanya sebuah kuburan yang berjalan bersama penghuninya, apakah itu? Tunjukkan kepada kami tentang suatu makhluk yang dapat memberi peringatan kepada bangsanya, tetapi ia bukan manusia dan bukan jin! Terangkan kepada kami tentang lima jenis makhluk yang dapat berjalan di permukaan bumi, tetapi makhluk-makhluk itu tidak dilahirkan dari kandungan ibu atau atau induknya.

Induk kunci itu," jawab Ali bin Abi Thalib, "ialah syirik kepada Allah. Sebab semua hamba Allah, baik pria maupun wanita, jika ia bersyirik kepada Allah, amalnya tidak akan dapat naik sampai ke hadhirat Allah!"
Para pendeta Yahudi bertanya lagi: "Anak kunci apakah yang dapat membuka pintu-pintu langit?"
Ali bin Abi Thalib menjawab: "Anak kunci itu ialah kesaksian (syahadat) bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah!"

Para pendeta Yahudi itu saling pandang di antara mereka, sambil berkata: "Orang itu benar juga!" Mereka bertanya lebih lanjut: "Terangkanlah kepada kami tentang adanya sebuah kuburan yang dapat berjalan bersama penghuninya!"
"Kuburan itu ialah ikan hiu (hut) yang menelan Nabi Yunus putera Matta," jawab Ali bin Abi Thalib. "Nabi Yunus as. dibawa keliling ketujuh samudera!"

Pendeta-pendeta itu meneruskan pertanyaannya lagi: "Jelaskan kepada kami tentang makhluk yang dapat memberi peringatan kepada bangsanya, tetapi makhluk itu bukan manusia dan bukan jin!"

Ali bin Abi Thalib menjawab: "Makhluk itu ialah semut Nabi Sulaiman putera Nabi Dawud alaihimas salam. Semut itu berkata kepada kaumnya: "Hai para semut, masuklah ke dalam tempat kediaman kalian, agar tidak diinjak-injak oleh Sulaiman dan pasukan-nya dalam keadaan mereka tidak sadar!"

Para pendeta Yahudi itu meneruskan pertanyaannya: "Beritahukan kepada kami tentang lima jenis makhluk yang berjalan di atas permukaan bumi, tetapi tidak satu pun di antara makhluk-makhluk itu yang dilahirkan dari kandungan ibunya atau induknya!"

Ali bin Abi Thalib menjawab: "Lima makhluk itu ialah, pertama, Adam. Kedua, Hawa. Ketiga, Unta Nabi Shaleh. Keempat, Domba Nabi Ibrahim. Kelima, Tongkat Nabi Musa (yang menjelma menjadi seekor ular)."
Dua di antara tiga orang pendeta Yahudi itu setelah mendengar jawaban-jawaban serta penjelasan yang diberikan oleh Imam Ali r.a. lalu mengatakan: "Kami bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah!"

Kamis, 05 Januari 2017

Kopi mana kopi

Filosofi Gula & Kopi* ☕

Kasus 1
Jika kopi terlalu pahit
Siapa yang salah..? 🤔

Gula lah yg disalahkan karena terlalu sedikit hingga "rasa" kopi pahit 😫

Kasus 2
Jika kopi terlalu manis
Siapa yg disalahkan..? 🤔

Gula lagi karena terlalu banyak hingga "Rasa" kopi manis 😰😫

Kasus 3
Jika takaran kopi & gula balance
Siapa yg di puji...?🤔

Tentu semua akan berkata...
Kopinya mantaaap 🤓

Kemana gula yg mempunyai andil
Membuat "rasa" kopi menjadi mantaaap ? 🙄🤔

Mari Ikhlas seperti Gula yg larut tak terlihat tapi sangat bermakna.😊

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS...😒
bukan KOPI GULA...😑

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS...😨
bukan TEH GULA..😪

ORANG menyebut ROTI MANIS..😔☹ bukan ROTI GULA...😥

ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU..🙄😓🤒😧
padahal BAHAN DASARnya GULA....
Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS... 😪😂

akan tetapi apabila   berhubungan dgn Penyakit, barulah GULA disebut..
PENYAKIT GULA 😱😤😖😡😠😡

BEGITUlah HIDUP.... Kadang KEBAIKAN yang Kita TANAM tak pernah diSEBUT ORANG....
Tapi kesalahan akan DIBESAR-BESARKAN...

IKHLASlah seperti GULA...
LARUTlah seperti GULA...

Tetap SEMANGAT memberi KEBAIKAN...!!!!
Tetap SEMANGAT menyebar KEBAIKAN..!!!
Karena KEBAIKAN tidak UNTUK DISEBUT...
tapi untuk DIRASAkan..." 👍👍👍

~"Kebaikan yang engkau lakukan HARI INI, mungkin BESOK dilupakan ORANG. Tetap teruslah BERBUAT BAIK..!"☕☕☕☕tetap semangat 👍

Kopii... mana kopii..

Ilmu

Allah maha besar... knapa tulisan ini belum pernah terbaca oleh ku..
___________________
*SEMAKIN TINGGI ILMUNYA, SEMAKIN SEDIKIT MENYALAHKAN ORANG LAIN*
~~~~~~~~~~~~~~~
Sewaktu baru kepulangannya dari Timur Tengah, Prof. DR. Hamka, seorang tokoh pembesar ormas Muhammadiyyah, menyatakan bahwa Maulidan haram dan bid’ah tidak ada petunjuk dari Nabi Saw., orang berdiri membaca shalawat saat Asyraqalan (Mahallul Qiyam) adalah bid’ah dan itu berlebih-lebihan tidak ada petunjuk dari Nabi Saw.

Tetapi ketika Buya Hamka sudah tua, beliau berkenan menghadiri acara Maulid Nabi Saw saat ada yang mengundangnya. Orang-orang sedang asyik membaca Maulid al-Barzanji dan bershalawat saat Mahallul Qiyam, Buya Hamka pun turut serta asyik dan khusyuk mengikutinya. Lantas para muridnya bertanya: “Buya Hamka, dulu sewaktu Anda masih muda begitu keras menentang acara-acara seperti itu namun setelah tua kok berubah?”

Dijawab oleh Buya Hamka: “Iya, dulu sewaktu saya muda kitabnya baru satu. Namun setelah saya mempelajari banyak kitab, saya sadar ternyata ilmu Islam itu sangat luas.”

Di riwayat yang lain menceritakan bahwa, dulu sewaktu mudanya Buya Hamka dengan tegas menyatakan bahwa Qunut dalam shalat Shubuh termasuk bid’ah! Tidak ada tuntunannya dari Rasulullah Saw. Sehingga Buya Hamka tidak pernah melakukan Qunut dalam shalat Shubuhnya.

Namun setelah Buya Hamka menginjak usia tua, beliau tiba-tiba membaca doa Qunut dalam shalat Shubuhnya. Selesai shalat, jamaahnya pun bertanya heran: “Buya Hamka, sebelum ini tak pernah terlihat satu kalipun Anda mengamalkan Qunut dalam shalat Shubuh. Namun mengapa sekarang justru Anda mengamalkannya?”

Dijawab oleh Buya Hamka: “Iya. Dulu saya baru baca satu kitab. Namun sekarang saya sudah baca seribu kitab.”

Gus Anam (KH. Zuhrul Anam) mendengar dari gurunya, Prof. DR. As-Sayyid Al-Habib Muhammad bin Alwi al-Maliki Al-Hasani, dari gurunya Al-Imam Asy-Syaikh Said Al-Yamani yang mengatakan: “Idzaa zaada nadzrurrajuli wattasa’a fikruhuu qalla inkaaruhuu ‘alannaasi.” (Jikalau seseorang bertambah ilmunya dan luas cakrawala pemikiran serta sudut pandangnya, maka ia akan sedikit menyalahkan orang lain).

Semakin gemar menyalahkan orang semakin bodoh dan dangkal ilmunya, semakin Tinggi ilmu seseorang maka semakin tawadhu (rendah hati), carilah guru yang tidak pernah menggunjing dan mengkafirkan siapapun.

Hal ini sama seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk, itulah peribahasa yang sering kita dengar. Yang memiliki arti, orang berilmu yang semakin banyak ilmunya semakin merendahkan dirinya. Tanaman padi jika berisi semakin lama akan semakin besar. Jika semakin besar otomatis beban biji juga semakin berat.

Jika sudah semakin berat, maka mau tidak mau seuntai biji padi akan semakin kelihatan merunduk (melengkung) kearah depan bawah. Karena batang padi sangat pendek, strukturnya berupa batang yang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang. Jadi tidak sebanding dengan beban berat biji padi yang semakin lama semakin membesar. Berbeda dengan biji padi yang kosong tidak berisi, walaupun kelihatan bijinya berbuah banyak karena tidak berisi maka seuntai biji padi tersebut akan tetap berdiri tegak lurus.
~~~~~~~~~~~~~~
Sebuah Renungan;
http://islamidia.com/semakin-tinggi-ilmunya-semakin-sedikit-menyalahkan-orang-lain/

Selasa, 03 Januari 2017

Keistimewaan dari surat Ad-Dukhoon

Memohon Ampunan Bagi Pembaca Surat Ini

Umat Islam diperintahkan agar selalu berpegang teguh kepada Alquran. Setiap kalimat-kalimat yang ada pada kitab suci tersebut, merupakan perkataan Allah SWT yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.

Di dalamnya terdapat 114 surat dengan kandungan dan makna yang begitu dalam. Tidak hanya itu, masing-masing surat dalam Alquran juga memiliki keutamaan masing-masing. Seperti pada salah satu surat berikut ini.

Berdasarkan hadist Nabi, pembaca surat ini akan dimohonkan ampunan dari tujuh puluh ribu malaikat. Sungguh sebuah kehormatan bisa mendapat doa dari makhluk Allah yang sangat taat tersebut. Lantas surat apakah yang dimaksud? Berikut ulasannya.

Surat yang bisa dibaca untuk mendapatkan keistimewaan tersebut adalah surat Ad-Dukhoon. Surat ke-44 ini turun di Kota Mekkah dan memiliki 59 ayat. Ad Dukhoon memiliki arti kabut asap, karena di dalamnya banyak menceritakan tentang asap.

Hadist tentang keutamaan surat ini berdasarkan hadist riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda yang artinya

"Barangsiapa membaca Ad-Dukhoon (QS.44) pada suatu malam, maka tujuh puluh ribu malaikat memohonkan ampun baginya." (HR Tirmidzi).

Hamba yang dimuliakan Allah SWT ini mendoakan manusia agar mendapat ampunan dari Allah. Mereka tidak akan memberikan syafaat kecuali kepada orang-orang yang diridhai Allah. Mereka beristigfar agar orang-orang yang beriman diampuni kesalahan dan dosanya kepada Allah.

”Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atas (karena kebesaran Rabb) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Rabb-nya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi, bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang , “ (Qs. Asy-Syura : 5 ).

Doa dan istigfar dari malaikat ini merupakan kasih sayang mereka terhadap manusia. Istighfar para malaikat lebih kuat dikabulkan karena mereka mendoakan dari tempat yang tidak dilihat dan tidak diketahui manusia yang didoakannya.

Dan doa semacam ini, dalam hadits shahih, lebih kuat dikabulkan. Ini tidak lain, karena malaikat melihat dosa-dosa yang dilakukan manusia dan mereka juga tahu dampak buruk akibat dari dosa-dosa tersebut. Sehingga istighfar untuk kaum mukminin yang lebih dahulu mereka lakukan, kemudian doa-doa kebaikan untuk mereka.

Namun demikian, adanya keistimewaan dalam sebuah surat bukan berarti surat lainnya tidak utama. Keistimewaan adalah kelebihan namun bukan berarti satu surat lebih rendah daripada surat lain. Karena sejatinya, Nabi Muhammad SAW memerintahkan kita agar mempelajari seluruh Alquran, bukan surat-surat tertentu saja

Sabtu, 24 Desember 2016

Boso Jowo

"BOSO JOWO KOK DILAWAN..!!"

Ada orang bule Australia datang ke pondok pesantren, dan bertanya kepada kyai...
Bule : "Kenapa kyai kalau mengajar, kitabnya masih menggunakan bahasa jawa? Di zaman globalisasi ini kenapa tidak ditingkatkan dengan menggunakan bahasa inggris?"

Kyai : "Karena kalau diajarkan dalam bahasa inggris, tidak akan mampu menafsirkan semua kosakata dalam AlQur’an maupun hadits, lha bahasa inggris itu sangat sederhana. Bahasa jawa itu bahasa yang sangat kaya dan sangat kompleks."

Rupanya si bule tadi merasa tersinggung mendengar penjelasan sang kyai yang mengatakan bahasa Inggris tidak mampu menafsirkan, dan kalah dengan bahasa jawa.

Bule : "Bagaimana anda bisa mengatakan bahasa jawa itu bahasa yang sangat kaya dan sangat kompleks, serta bisa menjadi bahasa pengetahuan? Padahal faktanya selama ini, bahasa Inggris lah yang paling kompleks!"

Kyai : "Tidak! Bahasa inggris itu memang sangat sangat sederhana. Saya kasih contoh, coba anda lihat! itu yang berwarna kuning keemasan yang ada di sawah. Orang inggris menyebutnya apa?"

Bule : "Rice!"

Kyai : "Orang disini. menyebutnya PARI atau PANTUN ( padi ). Padi itu kalau dipanen namanya GABAH, sedangkan inggris menyebutnya RICE. GABAH itu kalau diambil satu biji, namanya LAS, tapi orang inggris tetap menyebutnya RICE. GABAH kalau sudah terkelupas kulitnya, dinamakan WOS / BERAS, orang inggris tetap menyebut RICE. BERAS Padi kalau patah 2 atau 3, namanya MENIR, orang inggris tetap menyebutnya RICE. BERAS kalau sudah dimasak namanya SEGO atau SEKUL ( NASI ), orang inggris masih saja menyebutnya RICE. NASI kalau cuma 1 butir, namaya UPO, lagi-lagi orang inggris. menyebutnya RICE. NASI yang dimasak sedikit lebih lama, bagian bawahnya dinamakan INTIP atau KERAK, inggris masih menyebut RICE. NASI yang sudah kering namanya KARAK, inggris tetap menyebutnya RICE. Dari 1 kosakata saja, penafsiran namanya bisa bermacam-macam, sedangkan bahasa inggris tidak bisa menafsirkan tersebut. Apa bahasa jawa ini tidak lebih tinggi dan sangat sangat kompleks dibandingkan bahasa inggris yang sederhana tersebut?...

Si Bule : yes yes yes ....

Itulah kehebatan bahasa jawa...

Yukk yang merasa Orang Jawa LIKE dan BAGIKAN !!

Menjelang Natal

Menjelang Natal

Ucapan "Selamat Natal" yg diberikan umat muslim kpd umat nasrani terkadang menjadi hal yg agak riskan bahkan dianggap bertolak belakang dgn ajaran Al-Quran terutama bagi kalangan fundamentalis.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia Natal berarti kelahiran seseorang dan dalam ameliorasi sempit menjadi kelahiran bagi Isa Almasih putra Maryam. Itu berarti ucapan Natal adl suatu ucapan selamat atas kelahiran Nabi Isa (bagi Muslim) walaupun terlepas dari perbedaan kepercayaan akan Isa sendiri.

Dalam Ayat Al-Quran Surat Maryam Ayat 33 : "Maka keselamatanlah atas diriku di hari aku dilahirkan dan di hari aku mati dan dihari  aku akan dibangkitkan hidup kembali."

Dari keterangan diatas Al-Quran telah menunjukkan ucapan selamat atas kelahiran Nabi Isa. Al-Quran jg menunjukkan salam yg tertuju kepada Nuh, Ibrahim, Musa, Harun, keluarga Ilyas serta para Nabi lainnya. Setiap muslim harus percaya kepada Isa as seperti penjelasan ayat diatas, juga harus percaya Muhammad saww krn keduanya adl hamba dan utusan Allah.

Banyak persoalan yg berkaitan dgn kehidupan Al-Masih yg dijelaskan oleh sejarah atau agama dan telah disepakati, sehingga harus diterima. Tetapi ada juga yg tidak dibenarkan atau diperselisihkan. Disini kita berhenti merujuk kepercayaan kita.
Seluruh Nabi diutus Allah membawa kabar, Isa as datang membawa kasih, "Kasihanilah seterumu dan doakan yg menganiayamu." dan kemudian Muhammad saww datang membawa rahmat, "Rahmatilah yg didunia niscaya yg di langit merahmatimu." Manusia adalah fokus ajaran keduanya, karena itu keduanya bangga dengan kemanusiaan.

Bukankah ini satu dari sekian titik temu antara Muhammad dan Al-Masih? Bukankah ini sebagian dari kandungan kalimat 'Sawa' (kata sepakat) yg ditawarkan Al-Quran kpd penganut Kristen dan Yahudi (QS 3:64)? Kalau demikian, apa salahnya mengucapkan selamat natal selama akidah masih dapat dipelihara dan selama ucapan itu sejalan dengan apa yg dimaksud oleh Al-Quran sendiri yg telah mengabadikan selamat natal itu.

Rabu, 25 Februari 2015

Belajar istilah istilah jawa

 Kamus nama-nama anak hewan dalam bahasa Jawa 

 










Anjing = kirik
Angsa = Blengur
Ayam = kuthuk
Badak = Plencing
Babi = Gembluk
Babi hutan/ Celeng = Genjik
Banteng = Wareng
Bebek = meri
Belut  = Udhet
Belalang = dhogol
Burung = piyik
Buaya = krete
Burung emprit = Indhil
Burung gagak = Engkak
Burung puyuh (gemak): Drigul
Burung gelatik  = Cecrekan
Burung merak = Uncung
Cicak = sawiyah
Cacing = Lur
Entok = menti
Macan/Harimau = gogor
Gajah = bledhug
Kura-kura = Ketul
Kancil = Kenthi
Kadal = tobil
Kerbau = gudel
Kambing = cempe
Katak = cebong(sebelum berbentuk katak); precil (katak masih kecil)
Kera = kowe
Kecoa = mendhet
Kijang, Rusa = Kompreng
Kuda = Belo
Kucing = cemeng
Kutu Rambut = kor
Kupu = enthung/uler
Ikan lele = jabresan
Ikan gabus (kutuk): Kotesan
Ikan mas = bayong
Ikan bandeng = Nener
Ikan lele = Jabrisan
Ikan tambra = Bokol
Ikan wader = Sriwet
Ikan tongkol = Cengkik
Ikan dorang = Tamper
Ikan kakap = Caplek
Ikan paus (lodan) = Jengkelong
Itik = Minthi
Lintah = pacet
Penyu = Tukik
Sapi = pedhet
Singa = Dibal
Tawon = gana
Tokek = Celoto
Tikus = cindhil
Udang = Grago
Ular = Kisi, ucet


ARANE KEMBANG (NAMA-NAMA BUNGA ATAU KEMBANG DALAM BAHASA JAWA)  













-Kembang aren = dangu
-Kembang blimbing = maya
-Kembang cengkeh = polong -Kembang duren = dlongop
-Kembang gedhang = ontong -Kembang jagung = sinuwun
-Kembang jambe = mayang -Kembang jambu = karuk
-Kembang kacang = besengut -Kembang kapas = kadi
-Kembang kara = kepek
-Kembang kecipir = cethethet
-Kembang kelor = limaran -Kembang kencur = sedhet
-Kembang kluwih = onthel -Kembang kopi = blanggreng
-Kembang krambil = manggar -Kembang lombok = menik
-Kembang mlinjo = uceng
-Kembang nangka = angkup
-Kembang pace = nyrewenteh -Kembang pete = pendul
-Kembang pohong = ingklik -Kembang pring = krosak
-Kembang randhu = karuk
-Kembang salak = ketheker
-Kembang suruh = drenges -Kembang tebu = glagah
-Kembang timun = montro -Kembang widara = rejasa

Minggu, 07 Desember 2014

UNTUK IBUKU


UNTUK IBUKU

Jika aku bisa memberi kau berlian,untuk setiap air mata mu yang menetes untuk ku.

Jika aku bisa memberikan safir,untuk setiap kebenaran mu telah membantu ku melihat.
Jika aku bisa memberikan rubi,untuk sakit hati yang ku kenal.Jika ku bisa memberikan mutiara,untuk kebijaksanaan yang telah menunjukkan.
Tapi aku tidak punya mutiara, tidak ada berlian,aku yakin kau sadarJadi aku akan memberikan hadiah lebih berhargapengabdian ku, cinta dan kepedulianku.
Kau menyeka air mata banyak,Dan bahkan banyak menenangkan kekhawatiran.
Kau telah mencium segala macam bagian,Kau bahkan entah bagaimana menyembuhkan patah hati.
Kau memberi cinta ku tanpa berpikir dua kali,kau memberi kuliah ketika kesalahan kami.
Tapi kau juga memberikan pelukan tanpa alasan sama sekali,kau memegang kita erat setiap kali air mata akan jatuh kau memberi kami keberanian untuk berjalan sendiri,kau memberi kami kasih rumah yang nyata.
Kau mengalami banyak hal hanya demi kami,cinta sejatimu memberikan banyak cinta sehingga akan sulit palsu.
Kau benar-benar sebuah hadiah dari Allah untuk kami anak-anakmu,Hanya Dia yang bisa membuat engkau dengan banyak cinta.
Ya Allah,Jangan kau ambil dia dariku sebelum semua kebahagiannya terwujud.
Karena aku ingin dia selalu tersenyum saat aku tersenyum.
Atas nama anak-anakmu,aku mewakili mereka...

Bahwasannya kami selalu sayang ibu,dan kami tak ingin ibu menangis lagi.

Minggu, 12 Oktober 2014

Kopa Kopi Kopa Kopi

 
Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi yang dikeringkan kemudian dihaluskan menjadi bubuk.
Kata kopi sendiri awalnya berasal dari bahasa Arab: قهوة‎ qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda.[butuh rujukan] Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini.
Secara umum, terdapat dua jenis biji kopi, yaitu arabika (kualitas terbaik) dan robusta.
Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu. Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat.[butuh rujukan] Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya. Di samping rasa dan aromanya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit jantung

Biji Kopi 
  1. Biji kopi arabika 
  2. Biji kopi robusta 
  3. Kopi luwak
Jenis-jenis minuman kopi
Minuman kopi yang ada saat ini sangatlah beragam jenisnya. Masing-masing jenis kopi yang ada memiliki proses penyajian dan pengolahan yang unik.[butuh rujukan] Berikut ini adalah beberapa contoh minuman kopi yang umum dijumpai:

Cappuccino.

Macchiato.

Kopi tubruk.

Irish coffee.
  • Kopi hitam, merupakan hasil ektraksi langsung dari perebusan biji kopi yang disajikan tanpa penambahan perisa apapun.
  • Espresso, merupakan kopi yang dibuat dengan mengekstraksi biji kopi menggunakan uap panas pada tekanan tinggi.
  • Latte (coffee latte), merupakan sejenis kopi espresso yang ditambahkan susu dengan rasio antara susu dan kopi 3:1.
  • Café au lait, serupa dengan caffe latte tetapi menggunakan campuran kopi hitam.
  • Caffè macchiato, merupakan kopi espresso yang ditambahkan susu dengan rasio antara kopi dan susu 4:1.
  • Cappuccino, merupakan kopi dengan penambahan susu, krim, dan serpihan cokelat.
  • Dry cappuccino, merupakan cappuccino dengan sedikit krim dan tanpa susu.
  • Frappé, merupakan espresso yang disajikan dingin.
  • Kopi instan, berasal dari biji kopi yang dikeringkan dan digranulasi.
  • Kopi Irlandia (irish coffee), merupakan kopi yang dicampur dengan wiski.
  • Kopi tubruk, kopi asli Indonesia yang dibuat dengan memasak biji kopi bersama dengan gula.
  • Melya, sejenis kopi dengan penambahan bubuk cokelat dan madu.
  • Kopi moka, serupa dengan cappuccino dan latte, tetapi dengan penambahan sirup cokelat.
  • Oleng, kopi khas Thailand yang dimasak dengan jagung, kacang kedelai, dan wijen.
  
Pembuatan minuman kopi
Kopi akan menjalani serangkaian proses pengolahan yang panjang dari biji kopi untuk menjadi minuman kopi. Berbagai metode pengolahan biji kopi telah dicoba untuk menghasilkan minuman kopi terbaik.[butuh rujukan] Dalam hal ini, proses penanaman juga turut berperan dalam menciptakan cita rasa kopi yang baik.
  • Pemanenan dan pemisahan cangkang
  • Pemanggangan
  • Penggilingan
  • Seni perebusan
  • Dekafeinasi

Kopi lelet 
adalah kopi khas Kabupaten Rembang. Kopi Lelet ini identik dengan kegiatan nglelet, yaitu membatik dengan media batang rokok dan tintanya menggunakan lethekan kopi lelet (ampas kopi lelet/kopi yang dicampur susu krimer). Begitu banyak info tentang kopi lelet. 

Budaya
Sekilas memang tidak ada perbedaan dengan jenis kopi yang lain , perbedaannya terletak pada kekentalan adonan kopi , cita rasanya yang kuat , lembutnya buliran pada kopi lelet dan cara menikmatinya .
Cara penyajian pada kopi lelet juga berbeda dengan cara penyajian pada minuman kopi pada umumnya. Pertama kopi dan gula dimasukan dalam panci lalu dituangkan air panas kedalamnya. Adonan ini masih harus kembali dimasak setelah benar - benar mendidih baru kopi disajikan.
Lembutnya buliran kopi pada kopi lelet lebih halus dari buliran kopi produksi pabrik , ya karena kopi yang digunakan untuk membuat kopi lelet adalah buatan para pedagang sendiri yang mengalami beberapa kali proses penyaringan .
Kebanyakan para penggemar kopi lelet adalah para perokok , karena setelah mereka menikmati kopi sampai hanya tinggal ampasnya yang tersisa , amapas kopi ini akan dioleskan pada batang rokok yang akan di hisapnya , cara pengolesan ampas kopi pada batang rokok juga menghasilkan karya seni yang unik sesuai dengan selera dan cara pengolesannya . jika sudah agak kering ampas kopi yang menempel pada rokok , rokok pun sudah siap di nikmati.
Secara pasti kapan dimulainya tradisi nglelet ini belum diketahui. Namun ditinjau dari sosial-budaya masyarakat Rembang, kita bisa mengetahui bahwa sejak dahulu kala masyarakat Rembang biasa membatik dan sampai sekarang pun masyarakat Rembang pun masih membatik. Jelas membatik dan nglelet ini mempunyai hubungan dekat, yaitu sama-sama mengekspresikan motif-motif melalui suatu media dengan menggunakan tinta yang khas. Yaitu jika pada batik menggunakan media kain mori dengan canting dan malam batik serta warna-warna soga, sedangkan pada nglelet ini menggunakan media batang rokok dengan lethekan kopi dan kreamer. Jelas jika tradisi ini berlangsung secara turun-temurun dan sudah merupakan suatu budaya khas masyarakat Rembang.







Rabu, 16 Juli 2014

Wahai perempuan – perempuanku.




Perempuan pulang memenuhi keabadian.
Setiap langkah yang tertatihnya adalah do’a.
Tak ada lelah saat letih berkawan,
Sampai titik nafas sejengkal dari raga.
Dari nafas seorang hawa,
Ia meniti sabda Ilahi Rob nya.
Untuk satu hal yang tak terkira,
Meninggalkan hati berdindingkan cinta.
Dengan bentuk dua ucapan Syahadat.

Perempuan datang dalam kesetiaan,
Di hari saat kutemukan jejaknya.
Dalam tangisan danau bahagia yang tenang
Disitu terlihat jejak jejak nafas kehidupan.
Dimana dalam tiga puluh enam purnama
Terdapat penyatuan jiwa yang sempurna.
Untuk kita…untuk jiwa kita maka duduklah.

Perempuan hadir dipenuhi penantian.
Banyak kata banyak rasa dan selalu do’a.
Ribuan nafas terurai dalam sabda Sang Raja
Tersusun apik menjadi raga bidadari.
Ketika tubuh ini mengucap sholawat
Impian, emosi, melebur jadi satu dalam satu ikatan.

Wahai perempuan – perempuanku,
Tiada dan adanya kalian akan selalu aku bawa.


By Widhi

Minggu, 13 Juli 2014

Nabi Muhammad SAW lahir dari suku quraisy dan bani hasyim

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى النَّبِيِّ الْهَـاشِمِيِّ مُحَمَّدٍوَّعَلَى الِه وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا

 Allaahumma shalli 'alaannabiyyil hasyimiyyi Muhammadiw wa'alaa aalihi wa sallim tasliima.

"Ya Allah, berikanlah rahmat serta salam kepada seorang nabi keturunan Bangsawan Hasyim, yakni Muhammad beserta keluarganya, semogalah tetap selamat dan sejahtera"

Bangsa Quraisy dipandang sebagai salah satu bangsa yang dihormati dan disegani di antara bangsa-bangsa yang ada di semenanjung Arabia. Suku Quraisy sendiri terbagi ke dalam berbagai suku. Bani Hasyim adalah salah satu suku terhormat di antara suku-suku yang ada. Qushai bin Kilab adalah nenek moyang mereka yang bertugas sebagai penjaga Ka’bah.
Di tengah warga Makkah, Hasyim dikenal sebagai orang yang mulia, bijaksana, dan terhormat. Ia banyak membantu mereka, memulai perniagaan pada musim dingin dan musim panas supaya mereka mendapatkan penghidupan yang layak. Atas jasa-jasanya, warga kota memberinya julukan “sayid” (tuan). Julukan ini secara turun-temurun disandang oleh anak keturunan Hasyim.
Setelah Hasyim, kepemimpinan bangsa Quraisy dipercayakan kepada anaknya yang bernama Muthalib, kemudian dilanjutkan oleh Abdul Muthalib.

Abdul Muthalib adalah seorang yang berwibawa. Pada masanya, Abrahah Al-Habasyi menyerbu Makkah untuk menghancurkan Ka’bah, namun berkat pertolongan Allah SWT, Abrahah dan pasukan gajahnya mengalami kekalahan. Tahun penyerbuan itu kemudian dikenal dengan nama Tahun Gajah. Dan sejak peristiwa itu, nama Abdul Muthalib pun semakin terpandang di kalangan kabilah Arab.
Abdul Muthalib mempunyai beberapa anak. Di antara mereka, Abdullah-lah anak yang paling saleh dan paling dicintainya. Pada usia 24 tahun, Abdullah menikah dengan perempuan mulia bernama Aminah.
Dua bulan setelah Tahun Gajah, Aminah melahirkan seorang anak. Ia memberinya nama Muhammad. Sebelum kelahiran Muhammad, ayahnya Abdullah meninggal dunia. Tak lama setelah melahirkan, sang ibu pun menyusul suaminya kembali ke alam baka. Maka, sejak awal kelahirannya, Muhammad sudah menjalani hidupnya sebagai anak yatim.
Setelah ditinggalkan oleh kedua orang tua yang dicintainya, Muhammad diasuh oleh sang kakek, Abdul Muthalib. Berkat anugerah dan rahmat dari Allah SWT, Muhammad tumbuh menjadi dewasa dengan kesucian jiwa yang terpelihara.
Warga kota Makkah begitu mencintainya, bahkan merelakan barang-barang mereka berada di bawah pengawasan Muhammad. Atas kejujuran dan sifat amanah yang ditunjukkannya, mereka memberinya gelar “Al-Amin”, yakni orang yang tepercaya.
Dengan bekal iman yang teguh, Nabi Muhammad Saaw membantu orang-orang fakir, membela orang-orang yang tertindas, membagikan makanan kepada mereka yang lapar, mendengarkan keluhan-keluhan mereka, dan berusaha memberikan jalan keluar atas masalah-masalah yang mereka hadapi.
Ketika beberapa orang pemuda menggalang sebuah gerakan yang dikenal dengan nama “Sumpah Pemuda” (Hilful Fudhul), segera Muhammad pun bergabung bersama mereka, karena gerakan itu sejalan dengan perilaku luhur dan tujuan-tujuannya.
Pada suatu waktu, Abu Thalib, paman Muhammad, menasehatinya untuk ikut berniaga dengan kafilah dagang Khadijah, seorang wanita Makkah yang kaya dan terhormat. Kemudian, Muhammad pun ditunjuk untuk memimpin kafilah dagang tersebut.
Selama bergabung dalam kafilah dagangnya, Khadijah menyaksikan dari dekat kejujuran, keteguhan, dan keutamaan perilaku Muhammad. Tak segan lagi Khadijah melamarnya. Muhammad menerima lamaran itu. Dan tak lama kemudian, mereka pun melangsungkan pernikahan.
Dari perhikahan itu, mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang diberi nama Fatimah az-Zahra, yang dari keturunannya lahirlah manusia-manusia mulia, karena pada kenyataanya Nabi Muhammad Saw lahir dari suku (bangsa) yang mulia.
Sejarah Nabi Muhammad Saw ini diambil dari beberapa sumber kitab-kitab ulama islam.



Kisah Ijazah Sholawat Bani Hasyim Dari Kyai Kholil Yang Diterima Abah Sepuh

Awal ijazah sholawat Bani Hasyim mengandung kisah luar biasa. Diceritakan waktu itu, Abah sepuh (Syeikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad ra, ayahanda Abah Anom ra.) mendapat tugas dari gurunya Mama Agung Syeikh Tolhah Kalisapu Cirebon untuk bertabaruk belajar sholawat Bani Hasyim kepada ahlinya yaitu Syeikh Kholil Bangkalan Madura. Abah Sepuh harus berjalan kaki dari Cirebon ke Madura bersama 11 orang murid-murid Syeikh Tolhah lainnya. Jadi semuanya berjumlah 12 orang.



Singkat cerita,sampailah mereka ke Alas Roban (hutan yang sangat lebat berada antara Pekalongan dan Kendal),waktunya bertepatan saat Maghrib. Ke 12 orang itu semua memasuki masjid yang saat itu ada orang tua yang sudah berdiri menjadi imam. Orangtua itu lantas membaca niat dengan bacaan,"Usholli fardhu maghribi,pitik ireng, pitik putih, wedus gembel,menda, kebo, pada melebu kabeh. Maring kandenge,Allohu Akbar" (Niat saya sholat maghrib,ayam hitam,ayam putih,kambing, domba,kerbau semua masuk kandang masing-masing,Allohu Akbar).
Spontan, seluruh rombongan kecuali Abah Sepuh membubarkan diri dari barisan jama'ah sholat maghrib begitu mendengar imam membacakan hal itu dan setelah seorang demi seorang mereka kembali lagi ke Cirebon. Lain halnya dengan Abah Sepuh,begitu selesai sholat, imam menoleh kepada Abah Sepuh yang tinggal seorang diri. Selanjutnya imam berkata sambil tersenyum,"Oh memang koyongono angger wong nganggo otak. Sampeyan Insya Alloh berhasil." (Begitulah orang yang menggunakan otak, memakai metode. Syetan berfikir dihadapan Alloh sewaktu diperintah sujud).  Kenapa Abah Sepuh tetap bermakmum?  Sebab, Beliau cerdas dan mengetahui sekalipun imam mengucapkan seperti itu,sholat tetap sah sebab ucapan tersebut dilakukan di luar sholat.


Sampai di Bangkalan (hanya seorang diri) langsung diijazah Sholawat Bani Hasyim oleh Syeikh Kholil Bangkalan (Madura). Saat pulang, Beliau diantar ke tepi pantai dan disediakan perahu yang hanya muat untuk seorang diri. Beliau mencari-cari pendayung tetapi tidak menemukan bahkan dayungnya pun tidak  pula ditemukan . Akhirnya dengan penuh keyakinan, Beliau niat membaca Bani Hasyim.  Subhanalloh,tiba-tiba perahu bergetar dan mulai bergerak-gerak saat mulai dibaca,"Allohumma..dst," ibarat perahu boat dinyalakan mesinnya kalau zaman sekarang. Abah Sepuh berfikir,pastilah sholawat Bani Hasyim dayungnya. 
Begitu selesai pembacaan shalawat Bani Hasyim, tiba-tiba perahu melesat ke arah barat hingga sampai ke Cirebon. Di pantai Cirebon, Mama Guru Agung menyambut murid terbaiknya yang telah berhasil menjalankan tugasnya.


(Sumber: K.H.Drs.Otong Sidiq Djajawisastra, Wakil Talqin TQN PP.Suryalaya, Pakar Sejarah. Tinggal di Banjarsari,Kab.Ciamis).